Yang Unik dari Al Fajri

Dengan semangat menghormati satu sama lain, kami percaya bahwa banyak sekolah yang memiliki kelebihan dibandingkan Al Fajri. Namun tetap ada keunikan tersendiri di Al Fajri yang sulit didapatkan di sekolah lain. Berikut adalah kumpulan pendapat orang tua murid, praktisi serta pemerhati pendidikan mengenai Al Fajri:



Sesuai dengan visi, misi, nilai dan metode serta struktur pembelajaran yang kami gunakan, maka di Al Fajri kami tidak menerapkan ranking bagi performa anak didik. Ini merupakan cerminan langsung dari esensi Multiple Intellegence yang kami aplikasikan sejak awal Al fajri berdiri. Pada ulang tahun kami yang ke10, kami membuat seminar sehari dengan topik: "Perlukah Pemeringkatan Siswa Dalam Dunia Pendidikan".

Hal ini memang masih menjadi polemik pada masyarakat umumnya. Namun kami mengikuti pandangan bahwa salah satu dari 7 penyakit pendidikan adalah ‘Individualisme’. Hukum yang berlaku umum di sekolah adalah ‘belajarlah dari gurumu dan bersainglah dengan teman-temanmu’. Contohnya adalah ranking yang menjadi amat sangat penting, padahal belajar yang baik itu bersifat sosial. Bagi Sekolah Al Fajri belajar adalah berinteraksi-melihat orang lain sebagai partner bukan sebagai saingan. Walaupun demikian untuk aspek di luar akademis kami menghargai usaha anak untuk menjadi yang terbaik, sehingga Al Fajri memberikan reward untuk hal tsb.



Al Fajri berhasil mendidik anak untuktidak bersikap konsumtif, suatu hal yang jarang ditemui saat ini. Al Fajri menjauhkan anak dari kebiasaan jajan. Hasrat anak untuk jajan disalurkan secara efektif melalui program canteen day di setiap hari Rabu, yang mendidik anak menghargai, mengelola dan menghasilkan uang.

Makan siang bersama adalah program sederhana yang amazing. Al Fajri mendidik anak untuk berbudaya disiplin antri mengambil makan siang, duduk bersama & sabar menyantap makan siang dan secara bersama pula membersihkan sisa makan siang mereka, termasuk mencuci piring masing-masing, sebelum mereka sholat dzuhur berjamaah (menjadikan clean your own mess bukan hanya sekedar slogan). Program sederhana ini cukup mampu merubah kebiasaan buruk selama makan dan mengasah juga toleransinya terhadap sesama, sesuai dengan Cooperative Learning yang diterapkan.



Sementara sekolah lain mewajibkan buku paket pelajaran tertentu tanpa pilihan, Al Fajri justru membebaskan orang tua murid dan anak didik memilih buku pelajaran, karena di Al Fajri anak tidak belajar dari buku, tapi dari kehidupan nyata yang dieksplorasi sehingga mereka menemukan sendiri teori/konsep yang terdapat di buku (lihat metode & struktur pembelajaran). Hal ini dilakukan secara konsisten sejak awal berdiri.

Kontrak sosial atau tata tertib umum ada di sekolah lain, namun keberadaan anak didik sangat dipertimbangkan di Al Fajri, sehingga pembuatan kontrak sosial melibatkan anak didik, dimana mereka duduk sama tinggi dengan pihak guru dan orang tua murid. Ini ditujukan untuk membangun komitmen mereka terhadap peraturan tsb. Di Al Fajri anak didik untuk berani bicara mengungkapkan perasaan dan pertanyaan dirinya, termasuk berargumentasi secara sehat dengan pihak yang lebih senior seperti guru.

Al Fajri memiliki hands on materials untuk mengembangkan konsep-konsep matematika, antara lain: place value games, unifix cubes, power of tens, pattern blocks, tangrams, dll.

Al Fajri berusaha kuat turut melestarikan budaya tradisional di tengah gempuran budaya barat, melalui upaya nyata mendidik anak mahir memainkan degung/gamelan Sunda, mengkombinasikannya dengan arumba, dan angklung. Pilihan alat musik disesuaikan dengan lokasi dimana Al fajri berada yaitu di Jawa Barat. Harmonisasi suara degung Sunda selalu menggema di setiap akhir tahun dalam acara Pentas Seni Al Fajri atau acara spesial lainnya.


 
Sikap sosial tidak hanya berupa slogan, ditanam secara nyata. Sangat berbeda dengan sekolah lainnya, aktivitas sosial dilaksanakan setiap hari. Anak dididik untuk berbuat (benar-benar) semampu mereka. Anak dididik untuk memiliki kesadaran sendiri yang disesuaikan kemampuan masing-masing. Tidak ada batasan apa yang harus disumbangkan oleh anak-anak. Ada anak yang setiap hari hanya membawa 1 lembar koran atau 1 gelas beras. Semua itu dihargai dan dilakukan hari demi hari dengan tujuan menanamkan kedisiplinan akan niat sosial mereka. Pada akhirnya upaya-upaya kecil tsb memberikan hasil yang mengagumkan, di setiap tahun sumbangan sosial memiliki nilai material yang cukup tinggi, yang mana semua itu hanya dibangun dari upaya kecil atau yang terkesan sepele, namun tulus.



Pada aplikasinya semua anggota sekolah, baik anak didik, guru dan staf terlibat dalam aksi sosial. Semua pihak mendapatkan bagian, mulai dari belanja, menimbang, membungkus, memasukkan ke kotak sampai dengan menyerahkannya pada yang berhak. Itulah gotong royong di Al Fajri yang sangat menyentuh, tetapi juga mengembangkan ketrampilan bermatematika, berbahasa dan berpengetahuan sosial. Program ini membuat anak benar-benar memahami dan meresapi sifat sosialnya. Ini juga merupakan salah satu aplikasi Cooperative Learning di Al Fajri.